Kajian Penggunaan Antibiotik Pada Penyakit Demam Tifoid di Ruang Rawat Inap Anak RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya 2015

https://doi.org/10.56014/jphi.v4i12.206

Penulis

  • Nuri Handayani Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Kata Kunci

Pediatric Patient Typhoid Fever Antibiotic Pasien Anak Demam Tifoid Antibiotik

Abstrak

Demam tifoid merupakan salah satu penyakit menular yang muncul di era globalisasi, dapat disebabkan oleh masalah kesehatan dan sanitasi yang buruk. Pengobatan demam tifoid membutuhkan antibiotik. Terdapat beberapa masalah penggunaan antibiotik, yang menyebabkan timbulnya resistansi. Pola penggunaan antibitiok diperlukan untuk meminimalkan kejadian resisten dalam pengobatan demam tifoid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan antibiotik pada pasien anak dengan demam tifoid pada rawat inap RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya pada tahun 2015.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan retrospektif. Data diambil dari rekam medis pasien, dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan antibiotik yang paling banyak digunakan untuk terapi demam tifoid pada anak di RSUD dr.Soekardjo Tasikmalaya yaitu seftriakson (55,54%). Penggunaan kombinasi 2 macam antibiotik yaitu 8,62%. Penggantian terapi antibiotik berdasarkan lama terapi belum sesuai (12,07%).

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2017-07-12

Cara Mengutip

Handayani, N. (2017). Kajian Penggunaan Antibiotik Pada Penyakit Demam Tifoid di Ruang Rawat Inap Anak RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya 2015. Jurnal Persada Husada Indonesia, 4(12), 51–56. https://doi.org/10.56014/jphi.v4i12.206