Peran Air Susu Ibu untuk Mengurangi Derajat Ikterik pada Bayi Hiperbilirubinemia Fisiologis di Ruang Peristi RSI Sultan Agung Semarang
Septi Raisa Anjani, Tri Sakti Widyaningsih, Nana Rohana
https://doi.org/10.56014/jphi.v10i36.364
Kata Kunci
Degree of jaundice physiological jaundice frequency of breastfeeding Derajat ikterik Ikterik Fisiologis Frekuensi Pemberian ASIAbstrak
Hiperbilirubinemia merupakan salah satu fenomena klinis yang sering terjadi pada bayi baru lahir diminggu pertama kehidupannya. Insiden hiperbilirubinemia di Malaysia 75%, di Amerika 65%, dan di Indonesia 51,47 %. Untuk menekan jumlah ikterus pada bayi salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan ASI secara adekuat. Jenis penelitian kuantitatif, metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan lember observasi. Teknik sampling dengan consekutiv sampling. Populasinya bayi dengan ikterik fisiologis diruang PERISTI RSI Sultan Agung Semarang berjumlah 26 responden. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji rank spearman. Hasil analisa data di Ruang Peristi RSI sultan Agung semarang pemberian Frekuensi ASI terbanyak adalah 8-12 kali sehari dengan ikterik fisiologis derajat I. Hasil uji statistic rank spearman p value sebesar 0,002 (< α=0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan frekuensi pemberian ASI dengan perubahan derajat ikterik bayi hiperbilirubinemia fisiologis di Ruang PERISTI RSI Sultan Agung Semarang.




