Asuhan Keperawatan Pada Nn. R dan Nn.I Yang Mengalami Masalah Gangguan Sensori Persepsi Halusinasi Pendengaran Pada Skizofrenia Paranoid di Ruang Cempaka Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan Jakarta
Falia Al Fitrianingsih, Fitria Prihatini, Evi Vestabilivy
https://doi.org/10.56014/jphi.v11i40.389
Kata Kunci
Sensory perception disorders Hallucinations Auditory hallucination Gangguan sensori persepsi Halusinasi Halusinasi pendengaranAbstrak
Skizofrenia paranoid adalah penyakit neurologis dengan gejala utama kecurigaan yang ekstrim disertai waham kejar atau kebesaran. Halusinasi merupakan salah satu gangguan sensori persepsi, dimana terjadi pengalaman panca indera tanpa adanya rangsangan sensorik atau merupakan adanya persepsi indera yang salah. Halusinasi pendengaran adalah mendengar suara-suara ataupun percakapan lengkap antara dua orang atau lebih dimana pasien disuruh melakukan sesuatu yang kadang membahayakan. Halusinasi pendengaran dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu predisposisi dan presipitasi. Penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif dengan intervensi. Dari hasil pengkajian didapatkan faktor predisposisi Nn.R terdapat pada sosial budaya dan lingkungan, Nn.I terdapat pada psikologis, sosial budaya dan lingkungan. Pada faktor presipitasi kedua pasien terdapat pada biologis, psikologis, dan sosial budaya. Ditemukan 7 diagnosa keperawatan yang sama pada Nn.R dan Nn.I yaitu, gangguan sensori persepsi halusinasi, isolasi sosial, harga diri rendah, defisit perawatan diri, koping keluarga in efektif, regimen terapi in efektif, dan risiko perilaku kekerasan. Pada perencanaan dilakukan strategi pelaksanaan gangguan sensori persepsi halusinasi pendengaran dan defisit perawatan diri pada kedua pasien. Kedua pasien dapat melakukan strategi pelaksanaan mengontrol halusinasi menghardik sampai dengan minum mengontrol halusinasi dengan minum obat, dan melaksanakan strategi pelaksanaan pada defisit perawatan diri. Setelah dilakukan asuhan keperawatan pasien mampu mengontrol halusinasi dengan menghardik, minum obat teratur, bercakap-cakap, dan melakukan kegiatan serta menjaga kebersihan diri dan berhias. Saran kepada perawat agar terus melaksanakan komunikasi terapeutik kepada pasien.





