Hubungan Lingkungan Sosial dengan Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Metro Provinsi Lampung Tahun 2023
Primadatu Deswara
https://doi.org/10.56014/jphi.v11i41.396
Kata Kunci
Morbidity Rate Dengue Fever Social Environment Habit of Hanging Clothes Morning/Evening Sleep Habits PSN Angka Kesakitan DBD Lingkungan Sosial Kebiasaan Menggantung Pakaian Kebiasaan Tidur Pagi/ Sore PSNAbstrak
Risiko terjadinya penularan DBD apabila di suatu daerah kedapatan seorang penderita DBD, maka masyarakat di sekitar penderita tersebut berisiko untuk tertular. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lingkungan sosial dengan angka kesakitan Demam Berdarah Dengue (DBD). Studi cross-sectional (potong lintang) dilakukan di Kota Metro. Penelitian berlangsung dari bulan Januari-Juli 2023. Peneliti memilih secara acak 350 orang dengan menggunakan metode simple random sampling. Angka kesakitan DBD ditegakkan berdasarkan kriteria diagnosis klinis dan laboratoris. Lingkungan sosial (kebiasaan menggantung pakaian, kebiasaan tidur pagi/sore, dan partisipasi masyarakat dalam PSN) diperoleh dari hasil kuesioner. Setelah itu analisis dilakukan dengan menggunakan model regresi logistik untuk mendapatkan nilai OR dari lingkungan sosial dengan angka kesakitan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada masyarakat. Angka kesakitan (Insidens Rate/IR) Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Metro Provinsi Lampung sebesar 39 per 100.000 penduduk. Hasil analisis menunjukkan hubungan yang signifikan antara lingkungan sosial (kebiasaan menggantung pakaian (p=0,004), kebiasaan tidur pagi/sore (p=0,047), dan partisipasi masyarakat dalam PSN (p=0,022)) dengan angka kesakitan DBD. Akhirnya, kesimpulan dari penelitian ini adalah lingkungan sosial berhubungan signifikan dengan angka kesakitan DBD.




