Asuhan Keperawatan pada Ny. K dan Ny. N yang Mengalami Nyeri Akut dengan Unstable Angina Pectoris di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi
Silsa Bella, Evi Vestabilivy, Mohammad Fatkhurroman
https://doi.org/10.56014/jphi.v11i42.402
Kata Kunci
Nursing Care Unstable Angina Pectoris Acute Pain Rhythmic Deep Breathing Distractions Asuhan Keperawatan Unstable Angina Pectoris Nyeri Akut Distraksi Napas Dalam RitmikAbstrak
Unstable Angina Pectoris merupakan merupakan suatu kondisi terganggunya kemampuan jantung untuk memompa darah. Angina Pectoris menjadi suatu kondisi nyeri dada atau ketidaknyamanan yang disebab kan oleh penyakit arteri koronari. Tujuannya umum penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran pelaksanaan Asuhan Keperawatan pada pasien yang mengalami nyeri akut dengan Unstable Angina Pectoris. Desain penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif pendekatan studi kasus dengan intervensi melakukan teknik nafas ritmik. Partisipan dalam kasus ini adalah pasien di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi yaitu 2 pasien, 2 keluarga, dan 1 perawat dan pada pasien usia 19 tahun sampai dengan 70 tahun. Karakteristik pasien yang menjadi subjek penelitian ini adalah pasien yang telah didiagnosa Unstable Angina Pectoris dan memiliki masalah keperawatan yang sama yaitu nyeri akut. Hasil pengkajian menunjukkan keluhan nyeri dada, napas sesak, sakit kepala. Berdasarkan data tersebut ditemukan 4 diagnosa yang sama. Diagnosa keperawatan pada Ny. K dan Ny. N yaitu nyeri akut, pola napas tidak efektif berhubungan dengan hiperventilasi, intoleransi aktivitas, ansietas. Diagnosa lain pada Ny. N yaitu gangguan pola tidur. Perencanaan utama yang dilakukan pada Ny. K dan Ny. N anjurkan napas dalam dan monitor skala nyeri. Pelaksanaan dilakukan selama 3x24 jam pada setiap diagnosa keperawatan. Tindakan keperawatan utama yang dilakukan untuk mengurangi nyeri dilakukan teknik distraksi napas ritmik. Evaluasi, masalah keperawatan nyeri akut sudah teratasi. Dalam melaksanakan asuhan keperawatan pada klien Angina pectoris disarankan menggunakan teknik distraksi napas ritmik lebih efektif.





