Studi Literatur: Identifikasi Akar Masalah Duplikasi Data Rekam Medis Berbasis Solusi Continuous Improvement
https://doi.org/10.56014/jphi.v13i3.493
Kata Kunci
Continuous Improvement Data Duplication PDCA Medical Records Continuous Improvement Duplikasi Data PDCA Rekam MedisAbstrak
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar penyebab duplikasi nomor rekam medis serta mensintesis rekomendasi perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) yang berbasis bukti. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) yang dilakukan melalui pencarian artikel di Google Scholar pada Juni 2026 dengan kombinasi kata kunci "medical record duplication", "Electronic Medical Records (EMR)", dan "continuous improvement". Artikel yang dipublikasikan pada periode 2022–2026 diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Dari 7.580 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 11 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis menggunakan pengodean tematik kualitatif serta penilaian kualitas secara naratif. Hasil: Bukti yang diperoleh dikelompokkan ke dalam lima dimensi yang saling berkaitan, yaitu sumber daya manusia, sistem dan teknologi, proses dan Standar Operasional Prosedur (SOP), kebijakan dan tata kelola, serta infrastruktur. Faktor sumber daya manusia merupakan penyebab yang paling sering dilaporkan, sementara keterbatasan sistem, lemahnya prosedur verifikasi identitas pasien, terbatasnya tata kelola, dan gangguan infrastruktur juga berkontribusi terhadap terjadinya pemberian lebih dari satu nomor rekam medis kepada pasien yang sama. Temuan tersebut dipetakan ke dalam strategi perbaikan berkelanjutan yang meliputi Plan-Do-Check-Act (PDCA), Kaizen, data cleansing, dan Master Patient Index (MPI). Kesimpulan: Duplikasi nomor rekam medis merupakan permasalahan multidimensional yang berdampak terhadap keselamatan pasien dan kualitas data. Kerangka perbaikan berkelanjutan yang diusulkan merupakan sintesis berbasis bukti yang dapat membantu fasilitas pelayanan kesehatan dalam mengurangi terjadinya duplikasi baru serta memperkuat pengelolaan identitas pasien. Namun demikian, efektivitasnya masih memerlukan implementasi dan evaluasi lebih lanjut sesuai dengan konteks masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 STIKES Persada Husada Indonesia

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.





